Hariku lumayan baik. Syukurlah. Aku hanya merasa seperti seorang skizo dengan migrain yang parah. Hah?Maksudku, delusi & sakit kepala sebelah. Sayang, katakan padaku, apa kamu butuh olanzapine atau panadol?Tramadol....
di galaksi ekonomi, terdapat sebuah planet bernama Kapitalis. di planet hijau pucat ini, angka-angka & grafik tumbuh subur layaknya pohon-pohon di hutan Amazon. para penduduknya, yang menyebut diri mereka sebagai Kapitalian, berkomunikasi...
kemarin... dalam suasana takbiran di sebuah coffee shop yang overrated & overprice—seorang kawan lamaku yang kuliah Sastra Inggris, bertanya begini, “day, apa resolusimu pada lebaran kali ini?”dengan mantap kujawab pakai idiom, “melebarkan...
*Ditulis F. Scott Fitzgerald dalam bahasa Inggris kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Moch Aldy MA. Surat ini dambil dari buku A Life in Letters; diterbitkan Scribner pada tahun 2010.*****November 9, 1938Frances yang baik:Aku...
“...Gone now are the old timesForgotten, time to hold on the railingThe Rubix cube isn’t solving for usOld friends, long forgottenThe old ways at the bottomOf the ocean now has swallowedThe only thing that’s leftIs us, so pardon the silenceThat...
Moch Aldy MA adalah seorang pengarang, Pendiri Gudang Perspektif, Editor Omong-Omong Media, & Editor Buku OM Institute. Karya-karya fiksinya tersebar di berbagai media lokal maupun nasional, seperti Kompas.id, Koran Tempo, Media Indonesia, Majalah Pakubasa Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Bacapetra.co, Borobudur Writers, & lain-lain. Karya-karya non-fiksinya tersebar di Kumparan, Masjid Jendral Sudirman Colombo, Kelas Isolasi, Lingkar Studi Filsafat Discourse, Zona Nalar, & lain-lain. Sebagai pembicara, ia pernah mengisi seminar dan diskusi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Djuanda, Students for Liberty (SFL), Diskusi Filsafat Lintas Generasi (DIFILIASI), Sekolah Filsafat Jalanan (SFJ), & lain-lain. Sebagai pesastra, ia pernah menjadi juri cerpen pada Festival of Arts & Sports di Universitas Indonesia. Sebagai seniman digital, kolase seni digitalnya pernah dipamerkan pada pameran Essence of Canitia di Universitas Telkom. Sebagai pemuisi, puisinya pernah dipamerkan pada Festival Seni-Sastra di Bogor Creative Center. Sebagai penyunting, ia telah menyunting buku Rabbit in Prison karya Erwin Arnada yang mengisahkan sejarah penerbitan Majalah Playboy Indonesia.